Food Not Bombs - Report

Kolom ini adalah kolom reportase dari setiap tabling yang digelar oleh Food Not Bombs chapter Mata Kucing, Jakarta. Siapapun bisa mengirim laporan tentang kegiatan-kegiatan Food Not Bombs chapter Mata Kucing ini. Silahkan kirim email ke fnbjkt@lycos.com untuk posting reportase.

Saturday, July 01, 2006

Tabling Ke-tujuh FNB, 28 Januari 2006, Perempatan Cilandak - Jakarta Selatan.

Ide untuk membuat tabling ini terlontar waktu salah seorang teman dari Distro Movement berkunjung ke dipepi. Kebetulan teman tadi memang sudah tahu tentang Food Not Bombs namun belum pernah melihat kegiatan ini maupun ikut dalam proses pembuatan tabling. Makanya kita tawarkan untuk menggelar tabling di depan distronya dia yang memang kebetulan terletak di pinggir jalan di daerah ramai di Jakarta Selatan.

Selain itu, memang kita juga ingin menggelar tabling yang waktunya malam hari karena selama ini tabling yang kita gelar waktunya selalu siang hari. Walaupun memang persiapannya hanya tinggal seminggu, tapi ternyata di hari H, banyak yang membantu untuk menggelar tabling ini. Selain memang sosialisasi kegiatan ini di dipepi cukup gencar, di malam sebelumnya ada kelas Mata Kucing di dipepi, sehingga banyak teman yang memang sudah ada di dipepi untuk mempersiapkan tabling dari semalam sebelumnya. Oh ya, Mata Kucing adalah kelas inggris setiap Jumat malam yang digelar oleh anak-anak dipepi untuk teman-teman dipepi lainnya.

Dan ternyata hasil sweeping pasar walaupun cuman sebentar dan dilakukan oleh satu orang dari kami saja, bisa mendapat satu tas besar berisi sawi hijau, kangkung, wortel, buncis, kemangi dan bonus satu tas besar tauge. Menu tabling kali ini memang disamakan dengan tabling sebelumnya, pecel dan bihun goreng, karena mudah dibuat dan bisa dikonsumsi tanpa nasi. Sehingga seperti yang direncanakan sebelumnya, jam 4 sore kami sudah mulai berdatangan satu persatu ke distro Movement.

Kebetulan di sebelah distro ini ada bekas restoran yang mejanya masih bisa digunakan untuk tabling, sehingga langsung kami persiapkan disitu tablingnya. Seorang teman juga berhasil mendapatkan roti isi coklat dan roti kering berlapis gula dari temannya yang bekerja dipabrik roti sehingga menu kami pun bertambah macamnya. Tapi ternyata dari jam 4 sore sampai jam 6, lokasi tabling kami ini hanya dilewati oleh anak sekolah dan pejalan kaki. Beberapa pemulung maupun tukang yang sedang bekerja di dekat situ sempat makan makanan kami namun tidak terlalu banyak. Barter Bag kembali digelar namun memang belum ada dari teman-teman kami yang melakukan barter karena kampanye ini masih terlalu baru untuk teman-teman di Movement, tampaknya. Beberapa anak-anak yang datang-pergi di Movement juga sempat bertanya tentang kegiatan ini dan kami pun membagikan flier pada mereka.

Tiba-tiba teman kami punya ide untuk pindah lokasi ke tempat yang lebih strategis tidak jauh dari situ, yaitu tepat di perempatan jalan antara Cilandak, Fatmawati, dan Pondok Labu. Kami pun dengan cepat memindahkan barang-barang kami dan untungnya teman kami tadi juga berhasil mendapat pinjaman meja, sehingga kami pun bisa langsung menggelar tabling dengan cepat disana.

Ternyata benar saja, karena lokasinya tepat berada di bawah baleho besar ClearNation dan tepat berada di perempatan jalan dimana saat lampu merah banyak kendaraan yang berhenti dan penumpangnya pun melihat tabling kami; para pengamen dan anak jalanan juga ternyata banyak sekali di dekat situ, sehingga dengan cepat mereka berdatangan ke tempat kami.

Makanan dengan cepat dibagikan, obrolan dengan beberapa anak pengamen dan para pengamen dewasa mulai terjalin, pakaian dan barang-barang yang ada dalam Barter Bag pun mulai berpindah tangan. Beberapa anak pengamen yang cepat akrab dengan kami, langsung ikut duduk nongkrong bersama kami sambil bermain dengan pakaian yang ada dalam Barter Bag. Beberapa flier FNB mulai berpindah tangan juga ke mereka yang bertanya apakah kami berada dalam sebuah organisasi tertentu ataupun tujuan tabling yang kami gelar ini.

Hingga akhirnya makanan yang bersisa adalah pecel dan hujan mulai turun rintik rintik. Dengan cepat kami beres-beres untuk kembali ke distro Movement. Sesampainya disana, makanan yang bersisa cepat kami bungkus dan peralatan makan dicuci. Hujan turun makin deras hingga akhirnya kami nongkrong dulu di sana sambil menunggu hujan berhenti. Makanan yang dibungkus tadi ternyata beberapa kemudian dimakan teman-teman di Movement sebelum sisanya akan didistribusikan di perempatan jalan begitu hujan berhenti.

Jam sepuluh kami pun kembali ke dipepi.


-V-

Tabling Ke-enam FNB, 14 Januari 2006, Taman Sambas - Jakarta Selatan.

Sudah setahun ternyata, sejak terakhir kali sel FNB dipepi menggelar tabling di Taman Sambas. Sebuah taman kota tak begitu jauh dari dipepi, terletak di pinggir jalan Panglima Polim. Tapi memang dari semua tabling yang pernah kami buat, tabling di Taman Sambas adalah yang paling menyenangkan. Suasananya, tempatnya, mereka yang ikut kegiatan ini serta kami sendiri, para sukarelawan di sel dipepi yang membuat tabling disana.

Semalam sebelumnya beberapa dari kami sudah menginap di dipepi untuk ikut sweeping sayuran di pasar, mengumpulkan bahan-bahan untuk membuat pecel. Seperti yang sudah disetujui sebelumnya menu makanan yang akan dibuat adalah pecel, bakwan goreng, bihun goreng dan agar-agar. Jam 5 pagi, kami berempat berangkat ke pasar untuk membeli beberapa bahan dan sekaligus mencoba mendapatkan beberapa sayuran gratis. Sayangnya sayuran gratis yang banyak kami dapat hanya sawi putih, kacang panjang (tapi sayangnya ternyata banyak yang sudah busuk) dan sawi hijau sehingga untuk bayam, kangkung dan toge, kami mesti membelinya.

Sampai dipepi, langsung dicuci dan dimasak sambil menunggu teman-teman lainnya yang mulai berdatangan satu persatu. Berhubung banner Food Not Bombs yang kami punya dahulu hilang, kami mesti membuatnya lagi. Namun karena sampai sekarang belum selesai, akhirnya diputuskan untuk membuat stensilan logo FNB pada tiga lembar karton besar bewarna oranye untuk tabling kali ini. Begitu semuanya selesai, jam sudah menunjukan hampir jam 1 siang. Langsung dua orangdari kami berangkat ke lokasi dengan Bajaj, sementara yang lainnya menggunakan motor.

Taman Sambas tidak begitu ramai siang itu, beberapa teman lainnya ternyata sudah datang terlebih dahulu. Langsung kami pasang banner-banner karton tadi, makanan mulai dihidangkan dan beberapa lainnya membuat sebuah banner lagi bertuliskan "Yuk, makan gratis!" yang dipasang di pinggir jalan untuk mereka yang sekedar lewat supaya tahu mengenai kegiatan apa ini sebenarnya. Karena kalau hanya sekedar logo Food Not Bombs saja, pasti masih banyak yang belum tahu mengenainya.

Oh ya, ada sebuah tas besar berwarna hijau yang diletakkan disamping makanan yang dihidangkan. Itu adalah tas kampanye Barter Bag yang berisi berbagai macam barang yang bisa ditukar dengan barang lainnya, terbuka untuk siapapun, selama selalu ada barang ditukar dengan barang lainnya, tidak ada uang yang terlibat dalam kampanye ini. Namun ternyata saat ada beberapa pemulung yang ikut makan, lalu terfikir untuk menawarkan pada mereka bila mereka tertarik untuk mengambil beberapa barang di dalamnya. Buat mereka, barang-barang tadi mungkin bisa menjadi uang, bukan? Alhasil ada banyak sekali barang yang kemudian memang diambil dan juga dibarter dari dalam tas selama tabling berlangsung.

Pembacaan dongeng pun juga digelar untuk beberapa orang anak yang sedang bermain di taman bersama ibu mereka. Sementara beberapa dari kami berjalan-jalan di sekitar lokasi untuk menginformasikan kegiatan ini kepada tukang parkir, satpam, pengamen serta pemulung, juga tukang warung. Senangnya waktu beberapa dari mereka kemudian datang dan ikut makan bersama kami, ngobrol dan duduk sebentar sebelum kembali ke tempat mereka bekerja. Makanan pun ternyata bertambah banyak dengan tahu dan tempe goreng tepung serta pudding coklat sumbangan beberapa teman baru. Terima kasih banyak ya, teman-teman!

Dua jam kemudian makanan sudah semakin sedikit dan langit semakin gelap, cepat diputuskan untuk membungkus sisa makanan untuk dibagikan kepada mereka yang berada jauh dari lokasi karena memang kebetulan ada beberapa dari kami yang langsung pergi ke sebuah acara. Separuh dari kami membereskan peralatan dan mengumpulkan sampah serta sweeping taman untuk peralatan makan yang masih berceceran di sekitar taman. Kami sempet berfoto bersama sebelum menutup tabling hari itu.

Separuh dari kami kembali ke dipepi untuk mencuci piring dan menunggu hujan berhenti, sementara yang lainnya langsung pergi ke sebuah acara. Evaluasi belum sempat diadakan, namun kami berjanji untuk berkumpul lagi setelah ini untuk evaluasi.

What a wonderful Saturday tabling! What a great gathering of friends! See you on the next tabling, guys! And yes, foods are supposed to be free.


-V-