Tabling Ke-lima FNB, 30 Mei 2004, Galeri Oktagon.
Hal yang paling mengesankan dari tabling kita kali ini adalah: masak nasi dan masak sayur yang kita pungut gratisan dari pasar. Yuppie! Hehehe!
Karena selama ini udah beberapa kali tabling kita nggak pernah masak nasi dan lauk, selalu makanannya sumbangan sudah matang atau kita beli dengan dana yang ada. Makanya kali ini terasa spesial! Nasi kita dapatkan dari sumbangan sepuluh kilo beras dari ibu salah satu teman, sedangkan sayur-sayuran adalah berkat teman-teman di NFRS yang mengumpulkan sayuran di pasar dekat rumah mereka dan kemudian membawanya ke tempat kita untuk dibersihkan dan dimasak. Nah, sekarang kita mau cerita tentang koki kita nih!
Bayangkan, akhirnya kita punya koki untuk tabling! Yuppie Yuppiee! Hehehe! Koki kita ini adalah seorang ibu penjual jus yang tinggal dekat rumah, dia memang sudah dekat dengan kita karena saking seringnya kita beli jusnya dan kita memang suka cerita-cerita tentang kegiatan kita ini. Senang sekali waktu dia menawarkan untuk memasak sayuran serta kemudian bahkan menyumbang bakwan jagung lezat serta sambal tomat nonjok buatannya! Yumm..
Nah, sekarang kita baru mau cerita tentang persiapan kita untuk tabling kali ini. Walaupun kita sempat mengadakan pertemuan beberapa hari sebelumnya, namun ternyata tidak banyak yang datang untuk ikut menyiapkan segala sesuatunya di hari H. Beberapa orang yang menginap dari sehari sebelumnya serta seorang kawan yang datang dari pagi sekali terlihat sibuk mondar mandir mengambil nasi dan lauk dari rumah ibu jus dan dikumpulkan di Pepi. Untungnya beberapa teman datang lagi dan akhirnya sejam sebelumnya kita putuskan untuk berangkat walaupun belum semuanya berkumpul, tapi waktu sudah tinggal sejam lagi sebelum waktu yang kita janjikan untuk membuka tabling kita. Mereka yang belum datang kita telpon satu persatu dan kita minta mereka langsung ke tempat acara saja.
Disana, kita mendapat lokasi yang sangat strategis. Tepat di depan pintu masuk, sehingga semua orang pasti melewati lokasi kita sebelum menuju tempat pameran dan bazar di lantai dua dan tiga. Beberapa teman langsung mempersiapkan meja serta beberapa lainnya berdiri didepan pintu sambil membagikan flier tentang Food Not Bombs ini. Sayangnya setelah itu diskusi dimulai dan saya nggak tahu bagaimana tabling berjalan, kecuali waktu diskusi sudah selesai dan saya kembali ke lokasi. Beberapa orang peserta diskusi datang dan mengambil makanan (mungkin akibat diberitahu oleh moderator diskusi juga tadi) serta mengobrol, tapi sayangnya nggak ada yang tampak tertarik untuk mengobrol tentang FNB ini. Entah teman-teman lainnya, mungkin berbeda dengan pengamatan saya ini.
Sayangnya kita lupa untuk menyiapkan beberapa bungkus makanan untuk didistribusikan pada anak jalanan dan pengemis di sekitar tempat acara, sehingga waktu semua makanan sudah habis, kami hanya mendistribusikan makanan pada para peserta dan pekerja di tempat acara saja. Menurut saya, kita mestinya tak melupakan hal ini karena itu artinya sasaran dari FNB ini tak sepenuhnya berhasil. Semoga kita tak lupa akan hal ini di tabling selanjutnya.
Jam 4 sore lewat kita sudah membereskan semuanya dan bersiap-siap pulang, tiga orang langsung berangkat lebih dulu membawa barang-barang serta yang lainnya menyusul kemudian. Jam 7 malam kita semua sudah kembali ke Pepi namun tak diadakan evaluasi karena kebanyakan teman kita yang lainnya sudah pulang duluan. Oh ya, dari kotak donasi dana yang terkumpul adalah Rp 12.000,-.
Segini dulu reportasenya, teman teman! Terima kasih banyak sekali untuk teman-teman yang sudah ikut dan membantu serta membuat tabling yang kali ini beda banget sama tabling biasanya jadi lebih seru.
-V-
Hal yang paling mengesankan dari tabling kita kali ini adalah: masak nasi dan masak sayur yang kita pungut gratisan dari pasar. Yuppie! Hehehe!
Karena selama ini udah beberapa kali tabling kita nggak pernah masak nasi dan lauk, selalu makanannya sumbangan sudah matang atau kita beli dengan dana yang ada. Makanya kali ini terasa spesial! Nasi kita dapatkan dari sumbangan sepuluh kilo beras dari ibu salah satu teman, sedangkan sayur-sayuran adalah berkat teman-teman di NFRS yang mengumpulkan sayuran di pasar dekat rumah mereka dan kemudian membawanya ke tempat kita untuk dibersihkan dan dimasak. Nah, sekarang kita mau cerita tentang koki kita nih!
Bayangkan, akhirnya kita punya koki untuk tabling! Yuppie Yuppiee! Hehehe! Koki kita ini adalah seorang ibu penjual jus yang tinggal dekat rumah, dia memang sudah dekat dengan kita karena saking seringnya kita beli jusnya dan kita memang suka cerita-cerita tentang kegiatan kita ini. Senang sekali waktu dia menawarkan untuk memasak sayuran serta kemudian bahkan menyumbang bakwan jagung lezat serta sambal tomat nonjok buatannya! Yumm..
Nah, sekarang kita baru mau cerita tentang persiapan kita untuk tabling kali ini. Walaupun kita sempat mengadakan pertemuan beberapa hari sebelumnya, namun ternyata tidak banyak yang datang untuk ikut menyiapkan segala sesuatunya di hari H. Beberapa orang yang menginap dari sehari sebelumnya serta seorang kawan yang datang dari pagi sekali terlihat sibuk mondar mandir mengambil nasi dan lauk dari rumah ibu jus dan dikumpulkan di Pepi. Untungnya beberapa teman datang lagi dan akhirnya sejam sebelumnya kita putuskan untuk berangkat walaupun belum semuanya berkumpul, tapi waktu sudah tinggal sejam lagi sebelum waktu yang kita janjikan untuk membuka tabling kita. Mereka yang belum datang kita telpon satu persatu dan kita minta mereka langsung ke tempat acara saja.
Disana, kita mendapat lokasi yang sangat strategis. Tepat di depan pintu masuk, sehingga semua orang pasti melewati lokasi kita sebelum menuju tempat pameran dan bazar di lantai dua dan tiga. Beberapa teman langsung mempersiapkan meja serta beberapa lainnya berdiri didepan pintu sambil membagikan flier tentang Food Not Bombs ini. Sayangnya setelah itu diskusi dimulai dan saya nggak tahu bagaimana tabling berjalan, kecuali waktu diskusi sudah selesai dan saya kembali ke lokasi. Beberapa orang peserta diskusi datang dan mengambil makanan (mungkin akibat diberitahu oleh moderator diskusi juga tadi) serta mengobrol, tapi sayangnya nggak ada yang tampak tertarik untuk mengobrol tentang FNB ini. Entah teman-teman lainnya, mungkin berbeda dengan pengamatan saya ini.
Sayangnya kita lupa untuk menyiapkan beberapa bungkus makanan untuk didistribusikan pada anak jalanan dan pengemis di sekitar tempat acara, sehingga waktu semua makanan sudah habis, kami hanya mendistribusikan makanan pada para peserta dan pekerja di tempat acara saja. Menurut saya, kita mestinya tak melupakan hal ini karena itu artinya sasaran dari FNB ini tak sepenuhnya berhasil. Semoga kita tak lupa akan hal ini di tabling selanjutnya.
Jam 4 sore lewat kita sudah membereskan semuanya dan bersiap-siap pulang, tiga orang langsung berangkat lebih dulu membawa barang-barang serta yang lainnya menyusul kemudian. Jam 7 malam kita semua sudah kembali ke Pepi namun tak diadakan evaluasi karena kebanyakan teman kita yang lainnya sudah pulang duluan. Oh ya, dari kotak donasi dana yang terkumpul adalah Rp 12.000,-.
Segini dulu reportasenya, teman teman! Terima kasih banyak sekali untuk teman-teman yang sudah ikut dan membantu serta membuat tabling yang kali ini beda banget sama tabling biasanya jadi lebih seru.
-V-

0 Comments:
Post a Comment
<< Home