Tabling Ke-tiga FNB, 1 April 2004, Kampus Universitas Moestopo.
Tabling paling mendadak yang pernah dibuat sejauh ini.
Jujur aja tadinya kita udah mau nggak tabling karena banyaknya teman-teman kita yang sakit dan pergi ke luar kota, tapi ternyata dua hari sebelumnya kita dapat kabar kalau kegiatan ini sudah masuk di pamflet acara; maka akhirnya pas dua malam sebelumnya ada beberapa dari kita yang memang sedang kumpul, kita putuskan untuk membuat tabling ini. Otomotis kita cuma punya waktu satu setengah hari buat persiapan.
Untung juga acaranya mulainya setelah jam 6 sore, jadi dari pagi sampai siang kita masih bisa menyiapkan segala sesuatunya pada hari yang sama. (Walaupun memang mestinya kejadian kayak begini nggak berulang lagi ya, teman-teman! Hehehehe!)
Dari menunya aja bisa kelihatan betapa terburu-burunya kita: kripik singkong dan berbagai macam goreng-gorengan yang dibeli di pasar. Memasak makanan seperti biasanya memang tidak mungkin karena mepetnya waktu persiapan kita hari itu. Tapi mungkin juga karena sejauh ini kita sudah melakukannya beberapa kali, untuk mempersiapkan materi dan peralatannya memang sudah bisa langsung berjalan dengan sendirinya pada hari yang sama tanpa banyak kesulitan. Beberapa teman yang sudah sempat dihubungi sudah mulai berdatangan dari siang hari ke markas Pepi.
Sampai di tempat acara jam enam sore, ternyata teman-teman kita yang berkumpul disana sudah lumayan banyak. Tapi kita masih menunggu meja dan air mineral yang memang belum sempat kita bawa seperti biasanya karena kita nggak dapet pinjaman kendaraan buat membawanya. Sejam lebih kita menunggu meja namun spanduk besar FNBnya sendiri sudah langsung terpasang dengan lebar dan gagahnya di depan tempat acara beberapa menit setelah kita tiba disana.
Air mineral adalah yang paling terakhir siap di meja kita, namun itupun beberapa orang teman sudah tampak mendatangi meja sambil mengambil kripik atau gorengan yang sudah dihidangkan. Karena ini sebuah acara pemutaran film di kampus dan kebetulan yang membuat acara ini memang teman-teman kita yang kuliah disana, rasanya memang jadi nyaman dan asik. Sekaligus bertemu mereka dan semoga dapat banyak teman baru.
Saya sendiri sempat mengobrol dengan beberapa mahasiswa disana serta teman-teman lain juga tampaknya mulai mendapat satu dua teman baru yang tertarik untuk ikutan kegiatan ini. Beberapa teman lainnya sudah mulai berjalan berkeliling membagikan flier serta membawa kotak donasi sambil menginformasikan tentang meja FNB kita yang terletak dipintu masuk. Sementara itu film demi film terus diputar, dan kami juga ikutan menonton sambil makan makanan yang ada. Heheheh!
Tiba-tiba salah satu film yang diputar adalah FNB di Kroasia! Sumpah, keren banget! Mereka menyajikan makanan panas berupa sup sayuran serta banyak sekali buah-buahan segar yang juga disajikan disana. Yumm! Terlihat antrian panjang orang-orang serta wawancara dengan beberapa orang yang tampaknya jadi koordinator acara ini. Sayangnya tak ada terjemahannya, sehingga mungkin selama film itu diputar banyak penonton yang bertanya-tanya tentang kegiatan itu tadi. Kebetulan kan memang tabling kita malam itu juga bukan FNB besar seperti yang ada di film itu.
Lagi asik-asiknya nonton, tiba-tiba salah satu teman yang juga anak kampus situ mendekati saya dan meminta salah seorang dari kita untuk menjelaskan mengenai kegiatan FNB ini kepada penonton. Rasanya memang pas karena kebetulan kan film yang sedang diputar juga tentang FNB kan? Hmm...betul juga, mumpung dikasi kesempatan kenapa tidak digunakan?
Tepat saat film FNB di Kroasia tersebut selesai, saya pun kemudian bercerita sedikit tentang tujuan kami membuat kegiatan ini secara umum kepada para penonton yang ternyata memberi sambutan yang positif banget! Senang sekali.
Karena waktu sudah semakin larut namun jumlah makanan kami jumlahnya tak kunjung berkurang dengan cepat, akhirnya kami memutuskan untuk membawa makanan tersebut ke tengah-tengah penonton sambil membagikan flier dan menyodorkan kotak donasi. Dan ternyata memang ini berhasil membuat makanan dan flier cepat terbagi juga kotak donasi semakin banyak terisi.
Tepat saat film terakhir selesai diputar, kami pun sudah beres-beres untuk menutup meja FNB kami malam itu. Tak sempat ada evaluasi, namun kami sudah membuat janji untuk bertemu di markas PePi hari Senin sore untuk evaluasi kegiatan tabling kami dua kali terakhir ini. (Iya,kita utang evaluasi nih!)
Tabling kali ini terasa cukup memuaskan karena tetap dapat berjalan walaupun sempat ada keributan antar mahasiswa kampus di sekitar tempat kami membuka meja. Juga banyaknya teman-teman yang datang serta mungkin juga karena kami kebanyakan memang menyukai lokasi tabling kali ini:)
Sampai ketemu di tabling selanjutnya ya, teman teman!
-V-
Tabling paling mendadak yang pernah dibuat sejauh ini.
Jujur aja tadinya kita udah mau nggak tabling karena banyaknya teman-teman kita yang sakit dan pergi ke luar kota, tapi ternyata dua hari sebelumnya kita dapat kabar kalau kegiatan ini sudah masuk di pamflet acara; maka akhirnya pas dua malam sebelumnya ada beberapa dari kita yang memang sedang kumpul, kita putuskan untuk membuat tabling ini. Otomotis kita cuma punya waktu satu setengah hari buat persiapan.
Untung juga acaranya mulainya setelah jam 6 sore, jadi dari pagi sampai siang kita masih bisa menyiapkan segala sesuatunya pada hari yang sama. (Walaupun memang mestinya kejadian kayak begini nggak berulang lagi ya, teman-teman! Hehehehe!)
Dari menunya aja bisa kelihatan betapa terburu-burunya kita: kripik singkong dan berbagai macam goreng-gorengan yang dibeli di pasar. Memasak makanan seperti biasanya memang tidak mungkin karena mepetnya waktu persiapan kita hari itu. Tapi mungkin juga karena sejauh ini kita sudah melakukannya beberapa kali, untuk mempersiapkan materi dan peralatannya memang sudah bisa langsung berjalan dengan sendirinya pada hari yang sama tanpa banyak kesulitan. Beberapa teman yang sudah sempat dihubungi sudah mulai berdatangan dari siang hari ke markas Pepi.
Sampai di tempat acara jam enam sore, ternyata teman-teman kita yang berkumpul disana sudah lumayan banyak. Tapi kita masih menunggu meja dan air mineral yang memang belum sempat kita bawa seperti biasanya karena kita nggak dapet pinjaman kendaraan buat membawanya. Sejam lebih kita menunggu meja namun spanduk besar FNBnya sendiri sudah langsung terpasang dengan lebar dan gagahnya di depan tempat acara beberapa menit setelah kita tiba disana.
Air mineral adalah yang paling terakhir siap di meja kita, namun itupun beberapa orang teman sudah tampak mendatangi meja sambil mengambil kripik atau gorengan yang sudah dihidangkan. Karena ini sebuah acara pemutaran film di kampus dan kebetulan yang membuat acara ini memang teman-teman kita yang kuliah disana, rasanya memang jadi nyaman dan asik. Sekaligus bertemu mereka dan semoga dapat banyak teman baru.
Saya sendiri sempat mengobrol dengan beberapa mahasiswa disana serta teman-teman lain juga tampaknya mulai mendapat satu dua teman baru yang tertarik untuk ikutan kegiatan ini. Beberapa teman lainnya sudah mulai berjalan berkeliling membagikan flier serta membawa kotak donasi sambil menginformasikan tentang meja FNB kita yang terletak dipintu masuk. Sementara itu film demi film terus diputar, dan kami juga ikutan menonton sambil makan makanan yang ada. Heheheh!
Tiba-tiba salah satu film yang diputar adalah FNB di Kroasia! Sumpah, keren banget! Mereka menyajikan makanan panas berupa sup sayuran serta banyak sekali buah-buahan segar yang juga disajikan disana. Yumm! Terlihat antrian panjang orang-orang serta wawancara dengan beberapa orang yang tampaknya jadi koordinator acara ini. Sayangnya tak ada terjemahannya, sehingga mungkin selama film itu diputar banyak penonton yang bertanya-tanya tentang kegiatan itu tadi. Kebetulan kan memang tabling kita malam itu juga bukan FNB besar seperti yang ada di film itu.
Lagi asik-asiknya nonton, tiba-tiba salah satu teman yang juga anak kampus situ mendekati saya dan meminta salah seorang dari kita untuk menjelaskan mengenai kegiatan FNB ini kepada penonton. Rasanya memang pas karena kebetulan kan film yang sedang diputar juga tentang FNB kan? Hmm...betul juga, mumpung dikasi kesempatan kenapa tidak digunakan?
Tepat saat film FNB di Kroasia tersebut selesai, saya pun kemudian bercerita sedikit tentang tujuan kami membuat kegiatan ini secara umum kepada para penonton yang ternyata memberi sambutan yang positif banget! Senang sekali.
Karena waktu sudah semakin larut namun jumlah makanan kami jumlahnya tak kunjung berkurang dengan cepat, akhirnya kami memutuskan untuk membawa makanan tersebut ke tengah-tengah penonton sambil membagikan flier dan menyodorkan kotak donasi. Dan ternyata memang ini berhasil membuat makanan dan flier cepat terbagi juga kotak donasi semakin banyak terisi.
Tepat saat film terakhir selesai diputar, kami pun sudah beres-beres untuk menutup meja FNB kami malam itu. Tak sempat ada evaluasi, namun kami sudah membuat janji untuk bertemu di markas PePi hari Senin sore untuk evaluasi kegiatan tabling kami dua kali terakhir ini. (Iya,kita utang evaluasi nih!)
Tabling kali ini terasa cukup memuaskan karena tetap dapat berjalan walaupun sempat ada keributan antar mahasiswa kampus di sekitar tempat kami membuka meja. Juga banyaknya teman-teman yang datang serta mungkin juga karena kami kebanyakan memang menyukai lokasi tabling kali ini:)
Sampai ketemu di tabling selanjutnya ya, teman teman!
-V-

0 Comments:
Post a Comment
<< Home